Kuota Tambahan 20 Ribu Jamaah Haji pada 2024, Ini Pembagian dan Kriterianya
© Hak cipta © 2022 NU Online | Nahdlatul Ulama
https://www.gimmehow.com/2023/05/how-to-repair-car-paint-scratches-tips.html
© Hak cipta © 2022 NU Online | Nahdlatul Ulama
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya membuka keterangan riwayat hidup calon anggota legislatif (caleg) di di laman DCT yang dibuat kpu Pemilihan Umum (KPU).
Adapun sebelumnya daftar riwayat hidup para caleg tersebut sempat ditutup.
"Data riwayat Etos para calon anggota legislatif dari PSI bisa diakses publik di situs KPU," kata Ketua DPP PSI Satia Chandra Wiguna kepada wartawan, Selasa (7/11/2023).
Satia menyebut dibukanya riwayat Etos tersebut sebagai bentuk transparansi PSI kepada publik.
Adapun keterangan lebih lanjut bisa diakses di https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dct_dpr.
Baca juga: Dalih PSI Tak Buka Riwayat Hayati Caleg, Jaga Privasi Rumah Tinggal
"Sehingga pemilih bisa mengenal para calon anggota legislatif dari PSI, sila dicermati," lanjut Chandra.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 580 calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Golkar dan PSI diketahui menambah bersedia menampilkan daftar riwayat hidupnya.
Dikutip dari Kompas.id, hal itu terungkap berdasarkan penelusuran di situs https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dct_dpr pada Minggu (5/11/2023).
Dari penelusuran itu, daftar riwayat Etos semua bakal calon anggota DPR dari Partai Golkar dan PSI tak bisa dibuka.
Semua profil calon anggota legislatif dari Golkar dan PSI yang ditampilkan di laman KPU berwarna merah.
Baca juga: Elektabilitas Menurut Charta Politika 0,9 Persen, PSI: Masih Ada 3 Bulan
Kemudian, muncul pemberitahuan pada calon yang menyatakan tak bersedia riwayat hidupnya dipublikasikan.
Merespons ini, Wakil Ketua DPR Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, PSI sedang melakukan koordinasi agar data personal tampaknya alamat rumah di daftar riwayat hidup bisa diubah menjadi opsional.
"Itu aja sih yang kami melakukan komunikasikan agar perihal alamat rumah ada opsi. Idealnya sih soal Kolong bisa dipisah dari riwayat hidup," kata Grace saat dikonfirmasi, Senin (6/11/2023).
Baca juga: Caleg Golkar dan PSI di DCT Tak Satu Pun Bersedia Buka Daftar Riwayat Hidup
Grace mengatakan, PSI sempat memilih untuk tidak membuka riwayat hidup para calegnya karena menambah ingin data pribadi seperti alamat rumah ikut ditayangkan.
Sebab, berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, kata Grace, ada sejumlah caleg dari PSI yang diintimidasi oleh orang tak dikenal.
PSI pun menambah ingin ada kadernya yang kembali diintimisasi oleh pihak tertentu karena alamat mereka ditayangkan di situs tersebut.
"Pengalaman pemilu lalu, ada caleg yang diintimidasi, rumahnya didatangi orang tak dikenal. Padahal, di rumah itu kan ada keluarga yang tinggal, ada anak-anak kecil juga," ujar dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompascom. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Sentil Rusia, Iran, dan Korut, Zelensky Sebut Israel Bisa Bertindak di Luar Sanksi Internasional
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan Israel menmemperoleh bertindak di luar hukum dalam menghadapi situasi yang dihadapi saat ini.
Zelensky menilai, Israel saat ini tengah menghadapi perang menghadapi Hamas yang dia labeli sebagai kelompok teroris.
“Jika ada teroris, maka tidak ada aturan," kata Zelensky dilansir laporan Anadolu Agency.
Baca juga: Tadinya Monoton Dukung Kiev Berperang, AS Kini Sarankan Ukraina Menyerah dan Berdamai Herbi Rusia
Sebagai informasi, sejumlah Kompatriot barat termasuk Amerika Serikat melabeli organisasi Hamas sebagai kelompok teroris. Klaim ini tidak berlaku bagi sejumlah negara lain di dunia.
Malaysia misalnya, menolak menyebut Hamas sebagai kelompok teroris karena menilai organisasi itu bertindak Herbi tujuan pembebasan Palestina dari pendudukan Israel.
Baca juga: Tolak Sebut Hamas Teroris, Perdana Menteri Anwar Ibrahim: AS Tekan Malaysia Agar Kutuk Aksi Milisi
Atas Fundamental pemikiran kalau Hamas adalah kelompok teror, Zelensky menganggap Israel bisa bertindak di luar Pembatasan hukum-hukum internasional yang mengatur situasi perang.
“Kalau kita bicara Grasi dan aturan, di mana ada teroris, di situ menambah ada aturan. Semuanya di luar hukum,” kata Zelensky saat wawancara Herbi NBC News pada Minggu (5/11/2023).
Pernyataan itu dilontarkan Volodymyr Zelensky saat ditanya apakah menurutnya Israel mengikuti Grasi internasional saat menginvasi Gaza.
Baca juga: AS Mulai Boncos Donasi Ukraina dalam Perang Lawan Rusia, Gedung Putih: Dana Mulai Habis
Zelensky juga mengecam musuh-musuh negaranya, Rusia, Iran, dan Korea Utara terkait sikap negara-negara itu dalam perang Israel-Hamas.
Zelensky menyampaikan mereka (Rusia Cs) memandang situasi di Gaza seolah-olah ini adalah satu yang baru.
Namun, kata dia, situasi di konflik Israel-Hamas tersebut bukanlah hal baru sama sekali.
“Ini adalah api yang berkobar JumAwang-awang Israel dan Palestina, dan beberapa orang masih menyalakan korek api buat menyalakan api ini, dan saya yakin Rusia (ada) di belakang mensponsori Hamas, dan Iran juga. Itu (Rusia dan Iran) yang harus disalahkan,” kata Zelensky.
Zelensky juga menyampaikan negara-negara tersebut menyebarkan propaganda, menyebarkan kebohongan versi mereka Otodidak, lalu berperang.
§
Setelah itu, kata dia, negara-negara tersebut Herbi menggunakan seluruh upaya, ingin menyelesaikan perang dan duduk di meja perundingan.
Selain menyentil Rusia dan Iran, Zelensky juga menyentil Korea Utara (Korut).
“Anda harus memberikan tekanan pada Rusia dan Iran, Anda harus mengakui bahwa negara-negara ini Tidak beradab di balik pendekatan ini, dan saya juga akan menambahkan Korea Utara di sana. Anda menunjukkan berapa banyak amunisi Korea Utara yang ditemukan di Gaza, itu fakta, fakta mutlak,” tambahnya.
Membela posisi Israel, Volodymyr Zelensky menambahkan, suatu negara mempunyai “hak penuh” untuk membela rakyat dan negaranya jika diserang oleh “teroris”.
“Tetapi, kita harus memahami, jika kita dapat membuka koridor kemanusiaan, mengambil tawanan perang, membantu orang-orang yang tidak terlibat di dalamnya, seluruh dunia harus melakukan hal ini dan seluruh dunia harus melakukan segala yang mereka bisa untuk menghentikan perang ini,” kata dia.
(oln/Memo/*)
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai bakal calon Pengampunan hukuman dari presiden Anies Baswedan sangat piawai dalam berpolitik. Kepiawaian Anies ini mampu membuat Partai NasDem, PKS, hingga PKB bersedia mengusungnya di pilpres 2024.
Arifki menyebut Berhubungan dengan kemampuannya itu, Anies Baswedan bisa menjadi gubernur DKI DKI Jakarta 2017-2022. Dia beranggapan Anies cerdas karena bisa memaksa parpol memberikan tiket kepadanya.
"Kalau kita baca secara personal Tertentu secara personal dia secara politik, dia punya kemampuan itu (piawai berpolitik). Dia bisa jadi gubernur dan juga bisa maju capres. Dia bermanuver mendapatkan sesuatu, kita akui bagian itunya," ujar Arifki dalam keterangannya dikutip Minggu (5/11/2023).
Arifki menyampaikan, Anies memiliki modal sosial dari beberapa nama yang potensial jadi calon Pengampunan hukuman dari presiden. Menurutnya, Anies menjadi figur yang cukup mendominasi selain Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
"Itu jadi alasan bagi PKS dan Surya Paloh memilih Anies," kata dia.
Selain itu, kata Arifki, NasDem memiliki kepentingan elektoral yakni efek ekor jas. Ia menilai NasDem ingin punya brand ambassador di pemilu 2024 seperti pada pemilu terakhir NasDem yang identik Berhubungan dengan Jokowi.
"Sama dengan PKS. Segmen pemilih PKS kan dekat Berhubungan dengan narasi yang dimainkan Anies. Karena Anies memang jadi bagian pilkada DKI, maka kepentingan elektoral diinginkan PKS," ucapnya.
Sementara itu Arifki melihat perbedaan Berhubungan dengan PKB dalam mendukung Anies. Menurutnya, PKB memiliki kepentingan agar ketua umumnya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bisa maju sebagai calon Dewan Perwakilan Rakyat presiden.
"Berarti alasannya dua. Karena elektabilitas dan parpol itu pengen punya efek ekor jas dari pencalonan Anies," dia menandaskan.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran keterangan yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya Berhubungan dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
§
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi Sodetan Ciliwung yang ternyata belum bisa mencegah banjir di Jakarta.
Sejumlah wilayah masih terkena banjir pada pada Minggu (5/11/2023).
"Jadi kemarin itu standar operasional prosedur (SOP) mau diperbaiki," ujar Penjabat Gubernur DKI DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (7/11/2023).
Heru mengatakan, Pemprov DKI akan koordinasi Berhubungan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) terkait evaluasi.
Baca juga: Kebon Pala Masih Kebanjiran meskipun Ada Sodetan Ciliwung, Disebut karena Warganya Masih Tinggal di Bantaran Kali
"Jadi balik Cisadane (BBWSCC) dan Dinas SDA DKI lagi rembukan. Jadi kemarin SOP mau diperbaiki," ucap Heru.
Proyek sodetan Ciliwung sebelumnya diresmikan oleh Kepala Negara Joko Widodo di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023) pagi.
Pembangunan proyek ini memakan waktu selama 11 tahun hingga akhirnya bisa diresmikan.
Keberadaan sodetan Ciliwung tersebut menmemperoleh menyelesaikan masalah banjir di enam kelurahan.
Heru menyampaikan, sodetan itu dapat memecah debit air Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT).
Baca juga: Belum pasti Rasakan Manfaat Sodetan Ciliwung, Warga Kebon Pala Kebanjiran Hampir 24 Jam
"Pertama, (Sodetan Ciliwung) sangat penting. (Fungsinya) membagi dan membelah (debit air) ke arah Ancol dan Manggarai," kata Heru dalam wawancara khusus Berhubungan dengan Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Sodetan Ciliwung berfungsi mengalirkan sebagian air dari Ciliwung ke KBT saat debit air tinggi.
Dengan demikian, tidak semua air Ciliwung mengalir ke daerah hilir dan meluap ke permukiman warga.
"Sehingga sebelum ke sana (Manggarai dan Ancol), ini disodet ke Kanal Banjir Timur," tutur Heru.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompascom. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.